Minggu, 25 Desember 2016

Cara Budidaya Ikan Cupang


cara perawatan ikan cupang :

ikan cupang relatif tahan banting. Bisa dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan terhadap kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi dan filter pembersih. Agar ikan bisa berkembang sempurna dan selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.

Tidak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tidak mulus dan warnanya kurang keluar.

Khusus untuk ikan cupang aduan, kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.

Gantilah air yang terdapat dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air.Langkah Ke Dua Untuk Budidaya Ikan Cupang Adalah Menyiapkan Wadah Pemijahan



cara memijahkan ikan cupang :

wadah yang digunakan untuk memijah ikan cupang bisa dari baskom atau ember
akuarium juga bisa menjadi pilihan yang tepat untuk wadah pemijaha
akan tetapi, idealnya memakai akuarium yang berukuran 20x20x20 cm.
untuk memijah ikan cupang juga dibutuhkan wadah kecil untuk ikan cuang betina, karena ikan cupang betina tak bisa langsung begitu saja dicampur dengan ikan cupang jantan dalam satu wadah.
bukan hanya itu, wadah kecil ini dimaksudkan juga untuk memancing ikan cupang jantan memebuat gelembung udara
dan yang terpenting dari wadah kecil tempat cupang betina ini adalah untuk melihat apakah cupang betina menjadi dambaan ikan cupang jantan atau tidak
yuupsss.....karena perlu diketahui juga bahwasanya ikan cupang akan kawin dengan pasangan yang disukainya
walhasil......Jangan memaksakan ikan cupang utuk kawin kalau tidak ada tanda - tanda jatuh hati dari ikan cupang jantan maupun betina.
Nah...... untuk wadah kecil tempat ikan cupang betina bisa digunakan gelas plastik bekas dari kemasan air minum aqua atau sejenisny
bisa juga botol kecil yang sering kita lihat untuk wadah ikan cupang yang ada di toko - toko ikan hias.
yang terpenting adalah wadah haruslah transparan guayss
Langkah Ke Tiga Untuk Budidaya Ikan Cupang Adalah Menyiapkan Media Pijah
Media pijah (substrat) ini fungsinya untuk tempat meletakan telur / membuat busa ikan cupang jantan.
tanaman air seperti Java Moss adalah salah satu pilihan untuk media pijah ikan cupang
bisa juga dengan menggunakan daun ketapang kering atau potongan styrofoam
dari sekian banyaknya media pijah yang bisa di pakai, pilihan yang paling bagus adalah plastik bening


Perawatan Larva :

Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain
Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.
Pakan bisa menggunakan cacing sutra dan kuning telur yang telah direbus hingga matang, lalu ambil kuning telur itu dan bungkus dengan kain.Kain diikat rapat pada kedua ujungnya dan celupkan ke dalam bak ikan cupang Anda. Kuning telur akan menembus pori-pori kain dan dimakan oleh si cantik anak cupang.
Frekuensi pemberian pakannya harus dikontrol dengan ketat dan teliti. Sebab, kuning telur itu mudah membusuk dan beresiko meracuni air dan ikan. Beri pakan sekali dalam dua hari dengan lama pencelupan 3-5 menit.Saat pemberian pakan, jangan Anda tinggalkan. Perhatikan dengan teliti, berikan secara sedikit demi sedikit. Bila si cantik tidak tertarik, hentikan pemberian untuk sementara. Berikan lagi di lain waktu, karena si cantik biasanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan makanan perdananya.


Untuk proses pemijahan cupang bisa mengikuti langkah langkah dibawah ini :


1. Siapkan pasangan yang akan dikawinkan dan siapkan 1 pasang lagi sebagai pasangan cadangan apabila tidak berjodoh.
2. Beri makan pasangan tersebut 2 kali sehari dengan pakan hidup atau beku seperti jentik nyamuk/cuk, kutu air, atau blood worm. Hindari pemberian cacing rambut pada ikan betina khususnya yang akan dipijahkan, karena berdasarkan pengalaman seringkali menyebabkan ikan betina sulit bertelur.
3. Tempatkan jantan dan betina dalam wadah yang berdampingan atau masukkan betina kedalam botol kemudian masukkan ketempat jantan bersama botol tersebut agar mereka dapat saling melihat. Biarkan mereka diisolasi selama lebih kurang 3 hari.

Persiapkan Wadah Pemijahan :


1. Anda dapat menggunakan wadah berupa aquarium, gentong atau ember/baskom plastik sebagai tempat pemijahan. Jangan gunakan tempat yang terlalu lebar.
2. Isi dengan air yang telah diendapkan dengan kedalaman antara 10 s/d 15 Cm. (4 s/d 5 inches). Ini dimaksudkan agar suhu air didasar tidak terlalu dingin, memudahkan si jantan merawat telur dan burayak yang jatuh dari busa. Suhu yang dibutuhkan antara 21 hingga 31 derajad Celcius, untuk pemijahan idealnya adalah 25 derajad Celcius.
3. Siapkan media pijah (substrat) bisa berupa tanaman air seperti Java Moss, daun ketapang kering, potongan styrofoam atau serabut rafia atau lembaran plastik bening tempat si jantan membuat busa/sarang untuk meletakkan telur.

Biasanya sering menggunakan plastik bening dengan pertimbangan karena bisa memonitor telur dengan melihat dari bagian atas, tidak membusuk, tidak tenggelam dan relatif lebih bersih. Ukuran plastik cukup 10x15 cm. atau 10x10 cm. saja. Penjodohan Dan Pemijahan. Pada indukan jantan yang matang warna siripnya terlihat lebih cerah dan pada induk betina perutnya terlihat membuncit dan secara transparan kita dapat melihat telur pada saluran pengeluarannya.

1. Masukkan jantan terlebih dahulu ke wadah pemijahan yang telah disiapkan dan biarkan selama 1 hari agar si jantan merasa nyaman ditempat baru tersebut.
2. Masukkan betina dalam botol secara perlahan kedalam wadah pemijahan. Ini dimaksudkan agar si betina tidak mengganggu jantannya membangun sarang dan agar mereka saling memandang dan melihat apakah mereka "berjodoh" satu dengan yang lainnya.
3. Dalam tempo antara 2 hingga 8 jam si jantan akan membangun busa pada substrat yang akan digunakan sebagai tempat bercumbu dan bulan madunya.
Sarang dibuat oleh sijantan dengan cara mengambil gelembung udara dari permukaan dan melepaskannya dibawah permukaan daun atau tanaman air yang mengapung dipermukaan air. Apabila betina tertarik dengan sijantan dan siap untuk dikawinkan dapat dilihat pada tanda berbentuk vertical melintang ditubuhnya dengan warna gelap. Tapi jangan terburu-buru untuk mencampur keduanya, biarkan pada tempatnya masing-masing selama 1 hingga 2 hari.
4. Lepaskan betina pada sore keesokan harinya.
5. Si jantan akan segera mendekati dan merayu si betina sambil mengembangkan sirip-siripnya seperti layaknya hendak bertarung. Ini merupakan hal yang lumrah dan merupakan naluri mereka untuk menunjukkan bahwa mereka sangat kuat dan akan menghasilkan anak-anak yang juga kuat agar dapat survive di alam bebas.
6. Pada saat pemijahan tubuh si jantan akan melilit dan menyelubungi tubuh induk betina membentuk huruf "U" dengan ventral saling berdekatan sampai betina mengeluarkan telur yang segera dibuahi oleh sperma si jantan. Telur-telur tersebut akan berjatuhan kedasar dan segera diambil si jantan dengan mulutnya untuk diletakkan disarang busa. Proses pemijahan ini bisa berlangsung selama berjam-jam dan dengan proses yang berulang-ulang, dan merupakan ritual yang sangat menarik untuk dilihat.
7. Aktifitas pemijahan berakhir dengan tanda-tanda si jantan mengusir betina agar menjauh dari sarang busa.
8. Setelah aktifitas pemijahan selesai segera
angkat induk betina dan letakkan di aquarium pengobatan dengan diberikan metylene blue/pomate untuk pengobatan luka-luka akibat pemijahan, dan dapat dikawinkan lagi setelah 3-4 minggu. Selanjutnya tugas menjaga telur dan merawat bayi diambil alih oleh si jantan.
9. Apabila selama 3 hari si jantan tidak membuat sarang busa atau si betina tidak mau bertelur segera angkat dan gantikan dengan pasangan cadangan.
10. Ulangi proses diatas dengan pasangan pengganti/cadangan.
11. Telur-telur yang fertile akan menetas setelah 24 jam pada suhu berkisar 25 derajat Celcius. Dan 2 hari kemudian akan terlihat burayak seukuran jarum dengan warna kehitaman.
12. Bila burayak telah dapat berenang bebas indukan jantan dapat segera diangkat dan tempatkan pada aquarium pengobatan/karantina. Setelah 7 hari indukan jantan telah siap untuk dikawinkan lagi. Perlu dicatat bahwa Bettas tidak akan pernah mau kawin dengan pasangan yang bukan pilihannya, jadi anda tidak bisa memaksa mereka untuk kawin seperti "Siti Nurbaya".

Cara pembesaran :

Burayak sampai umur 2-3 hari tidak perlu diberi makan karena adanya cadangan kuning telur (egg yolk) dalam tubuhnya. Pembesaran burayak tidak sesulit seperti yang kita bayangkan asal kita mengetahui tahap-tahapnya, dan itu merupakan tantangan tersendiri bagi para breeder.

1. Dengan meletakkan tanaman air pada wadah pemijahan berguna dalam menyumbangkan sedikit infusoria secara alami buat burayak.
2. Setelah burayak dapat berenang bebas secara otomatis dan naluri alamiahnya akan berburu untuk makan, dan secara naluri pula mereka dengan atraktif akan menyerang sesuatu yang bergerak.
3. Pada saat burayak berumur 3-4 hari dapat diberikan vinegar eels, gerakannya disukai serta menarik minat burayak dan bentuknya yang sangat kecil cukup pas untuk burayak memakannya. Anda dapat juga memberi makan burayak dengan infusoria, rotifera atau micro worms.
4. Setelah burayak berumur 1 minggu dapat diberikan pakan kutu air saring atau BBS (Baby Brine Shrimp)/Artemia yang telah dikultur.
5. Pemberian kutu air dan Artemia bisa dilanjutkan hingga burayak berumur 3 minggu, dan dapat juga dicampur/divariasi dengan cacing tubifex sp., chironomus sp., ataupun vinegar eels karena pertumbuhan burayak sering kali tidak sama.
6. Pada umur 5 minggu burayak siap untuk dilakukan pendederan atau dipindahkan ketempat yang lebih besar ataupun kolam. Pada saat ini porsi pemberian pakan lebih banyak dan dilakukan penggantian air secara kontinyu.
7. Pada usia 4 hingga 6 minggu burayak mulai terbentuk organ labyrinth nya dan mereka mulai menuju permukaan untuk bernafas (mengambil oxygen langsung dari udara).
8. Setelah lewat umur 6 minggu pemberian diet makanan mulai variatif, jentik nyamuk (cuk), kutu air dan bloodworm.
9. Lakukan penggantian air sebanyak 30% dengan cara siphon atau membuka drain/valvenya, sekaligus membersihkan kotoran dan sisa pakan yang ada didasar. Kemudian tambahkan air baru yang telah diendapkan secara lembut/perlahan. Sejak usia 4 minggu naluri bertarung sudah mulai tampak dan penggantian atau penambahan air baru/bersih akan merangsang aktivitas hormonal ikan yang mengarah kepada agresivitasnya. Untuk meminimize pertarungan gunakan tempat atau space yang lebih besar atau dapat juga meletakkan tanaman air hidrilla atau dapat juga menggunakan serabut rafia untuk menghindari pertemuan langsung yang berakibat timbulnya pertarungan.
10. Umur 7 hingga 8 minggu mulai dapat disortir jantan atau betina.
11. Umur 10 hingga 12 minggu dapat disortir berdasarkan grade A, B, atau C. pisahkan mereka karena masing-masing memiliki nilai jual yang berbeda.
12. Pilih anakan yang kwalitas baik atau super, dan diletakkan mereka dalam aquarium terpisah

(soliter). Gunakan aquarium berukuran minimal 15x15x20 Cm. dan lakukan penggantian air 30% - 50% setiap 3 – 7 hari. Kunci utama dalam perawatan adalah kwalitas air yang baik dan pakan yang baik, karena hal ini berakibat langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan.

Senin, 09 Mei 2016

si Bapak Guppy Dimana?

Apa jadinya seorang anak tanpa bapak? Bagaimana si Guppy kecil tanpa bapak? Bapaknya kemana? Ke jonggol atau ke ....

Jual Jual Guppy,  Harga Jual Guppy,  Toko Jual Guppy,  Diskon Jual Guppy,  Beli Jual Guppy,  Review Jual Guppy,  Promo Jual Guppy,  Spesifikasi Jual Guppy,  Jual Guppy Murah,  Jual Guppy Asli,  Jual Guppy Original,  Jual Guppy Jakarta,  Jenis Jual Guppy,  Budidaya Jual Guppy,  Peternak Jual Guppy,  Cara Merawat Jual Guppy,  Tips Merawat Jual Guppy,  Bagaimana cara merawat Jual Guppy,  Bagaimana mengobati Jual Guppy,  Ciri-Ciri Hamil Jual Guppy,  Kandang Jual Guppy,  Ternak Jual Guppy,  Makanan Jual Guppy,  Jual Guppy Termahal,  Adopsi Jual Guppy,  Jual Cepat Jual Guppy,  Kreatif Jual Guppy,  Desain Jual Guppy,  Order Jual Guppy,  Kado Jual Guppy,  Cara Buat Jual Guppy,  Pesan Jual Guppy,  Wisuda Jual Guppy,  Ultah Jual Guppy,  Nikah Jual Guppy,  Wedding Jual Guppy,  Flanel Jual Guppy,  Special Jual Guppy,  Suprise Jual Guppy,  Anniversary Jual Guppy,  Moment Jual Guppy,  Istimewa  Jual Guppy,  Kasih Sayang  Jual Guppy,  Valentine  Jual Guppy,  Tersayang Jual Guppy,  Unik Jual Guppy,


Ikan Guppy jantan akan menjadi Ayah setelah setidaknya 10 bulan setelah mereka mati. Tim peneliti menjelaskan bahwa setelah terjadi perkawinan, Guppy betina bisa memilih apakah ingin dibuahi sekarang atau nanti.

Jika Guppy betina memutuskan untuk menunda kepemilikan anak sementara waktu, maka gamet (sel tempat pembentukan organism baru) disimpan dalam tubuh Guppy jantan. Sehingga, ikan Guppy jantan memiliki peranan yang sangat penting yakni menjaga telur yang akan digunakan untuk proses pembuahannya kelak agar tetap hidup.

Dikutip Softpedia, Senin (17/6/2013), ikan Guppy betina seringkali menunda kepemilikan anak sampai menemukan habitat baru yang dirasa aman untuk memproduksi generasi penerusnya. Rupanya, hal ini dilakukan untuk menghasilkan keragaman genetik.

Wikipedia menjelaskan, Ikan Guppy (Poecilia reticulate) merupakan salah satu spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia. Ikan ini dapat dengan mudah menyesuaikan diri di berbagai habitat air.

Alih-alih bertelur, ikan gupi mengandung dan melahirkan anaknya (livebearers). Setelah ikan betina dibuahi, daerah berwarna gelap di sekitar anus yang dikenal sebagai ‘bercak kehamilan’ (gravid spot) akan meluas dan bertambah gelap warnanya.

Ternyata memang siklus kehidupan si jantan dan si betina guppy memang begitu, mereka betul-betul menjaga calon anaknya hingga tumbuh dengan baik ditempat yang baik pula. Ikan ini bisa jadi contoh buat kita semua.

Semoga bermanfaat.

Kompres Spesial untuk Guppy yang Sakit

Guppy juga bisa sakit loh, guppy juga butuh kompres agar sehat kembali. Bagaimana caranya, yuk simak salah satu penuturan pembudidaya ikan guppy ini tentang menyembuhkan ikan guppy.


Masalah utama dalam proses budidaya, tak terkecuali budidaya ikan hias guppy adalah penyakit. Penyakit tersebut biasanya disebabkan oleh kualitas air yang buruk.

Menurut pembudidaya ikan guppy di bilangan Kalideres, Jakarta Barat, Iman, sedikitnya ada 5 jenis penyakit yang kerap menyerang ikan guppy. Dikatakan Iman, penyakit ikan guppy yang pertama adalah saprolegnia (jamur air tawar). 

“Penyakit ini berbentuk bercak-bercak putih yang meyerang pada kulit ikan. Untuk mengobatinya masukan ikan yang sakit kedalam tempat yang telah diisi dengan satu galon air yang telah diberikan 2 tetes alkohol metapen. Langkah selanjutnya berikan garam dapur dan biarkan beberapa saat,” beber Iman.

Penyakit kedua adalah penyakit bengkak. Ikan yang terserang penyakit ini, akan tampak gelisah dan badan yang tampak lebih besar karena kembung. Untuk meyembuhkanya ialah dengan cara mengisolasi ikan ke dalam satu galon air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh garam Inggris. 

“Diamkan selama 4 atau 6 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat semula,” ujar Iman.

Penyakit guppy ketiga adalah jamur mulut. Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang terletak di depan mulutnya. Jika ikan guppy-nya menderita penyakit ini, biasanya Iman menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air tambahkan 1 tetes obat merah dan 2 tetes metopen. 

Penyakit guppy lainnya adalah penyakit insang. Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya insang membuka, malas makan dan selalu di atas permukaan air. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi. 

Dan terakhir, adalah penyakit kembung. Iman mengatakan, ciri-ciri guppy yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak sulit berenang ke dasar.

“Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam ikan selama 3 sampai 4 jam, kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian airnya 3 kali tinggi badan ikan,” pungkas Iman.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Kenalan ama Komunitas Guppy Medan Yok!!

Jauh banget kalau harus ke Medan untuk berkenalan dengan Guppy? Emang guppy ngga punya FB, BBM, atau w.a gitu.  Hahaha

"Pasalnya masih banyak masyarakat yang belum mengenal aku, makanya aku minta di kenalkan," Kata Guppy.

Dan hanya beberapa orang yang bisa ngomong sama guppy, salah satunya komunitas di Medan ini yang memang niat mengenalkan jenis-jenis guppy ke masyarakat.

Menurut Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang pada situs ini.
Berawal dari pertemanan di Facebook, Hendry, Andra, dan Wisnu membentuk Komunitas Pecinta Guppy Medan.
Menurut Hendry, ikan kecil hias ini telah lama dikenal oleh masyarakat. Namun, katanya, masyarakat Medan hanya mengetahui jenis ikan guppy jerman saja atau yang sering disebut Gupjer.

Komunitas Pecinta Guppy Medan

"Masyarakat Medan hanya mengetahui ikan guppy Jerman. Padahal masih banyak lagi ikan guppy dengan 40 jenis," katanya, Senin (25/1/2016).
Menurut Hendry,  di antara semua guppy, Albino Full Red adalah yang paling indah. Warnanya merah di seluruh badan dan ekornya yang kembang membuat pasaran ikan ini lebih mahal, mencapai Rp500 ribu rupiah hingga Rp3,5 juta rupiah.

Baginya, lebih menarik memelihara ikan hias berukuran kecil  dibandingkan ikan yang berukuran besar. Selain hemat ruang, keindahan ikan hias kecil lebih beragam.
Komunitas yang baru dibentuk Januari 2016 ini punya skeretariat di Jalan Masjid Raya, Medan. Dalam komunitas ini, mereka saling berbagi informasi tentang ikan guppy terkhusus perawatan yang baik untuk mengembangbiakkan ikan guppy. Mereka juga dengan senang hati memberikan informasi terkait guppy ke orang lain.
Komunitas ini berharap dapat bergabung dengan komunitas lain dan dapat dikenal publik. 

Lukisan ku Seindah Ikan Guppy

Saya adalah salah satu pecinta seni, sering corat-coret di kanvas juga, bisa dibilang melukis abstrak, aabbssttrraakk banget! saking abstraknya orang ga bisa baca maknanya hahaha. Alih-alih bisa nongkrong di pameran, nongkrong di kamar seminggu saja sudah ingin dibuang.

Wajar saja tidak begitu bagus, saya sadar diri kalau jelek dibandingankan dengan lukisan-lukisan lain. Tapi kalau di bandingkan dengan ikan guppy?? Hahaha (ketawa gila)






Di situs ini menerangkan bahwa pada tanggal 8 Februari 2016 ada pameran ikan guppy di Depok, Solo, Jawa Tengah. Delapan jenis ikan Guppy dipamerkan oleh Komunitas Istana Guppy Solo di Pasar Ikan Depok Solo, Jawa Tengah, Senin (8/2). “Delapan jenis ikan itu antara lain ada Red Singapore, Mozaic, Black Moscow,Grenn Red Dragon, dan lain-lain,” sebut Ketua Istana Guppy Solo, Ikho Sulistio di Pasar Ikan Depok Solo.

Ikho mengatakan, melalui pameran itu masyarakat bisa tertarik untuk memeliharanya. Pasalnya, ikan dengan warna dan ekor yang indah ini baru sedikit dipelihara maupun dikenal oleh masyarakat.

“Ikan Guppy ini merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar. Sehingga perawatannya juga mudah. Bahkan, dengan perawatan yang baik ikan jenis ini bisa bertahan hingga tiga tahun lamanya,” ungkapnya.

Ikan Guppy, kata Ikho bisa dibudidayakan melalui akuarium. Sebab, sekali bereproduksi bisa mengasilkan sampai ratusan butir telur. Untuk pakannya bisa diberikan pelet sehari dua kali, yakni pagi dan sore.

“Selain melakukan sosialisasi, kami juga telah menjual ikan guppy melalui system online. Karena peminatnya masih sedikit. Kalau tidak hobi memelihara ikan ini tidak mungkin akan membelinya,” bebernya.

Adapun harganya bervariasai, mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Bahkan, jika ikan tersebut menang dalam perlombaan harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Dijelaskan, Komunitas Istana Guppy Solo memiliki sebanyak 2.000 orang tersebar di wilayah Yogyakarta dan eks Karesidenan Surakarta. Meliputi Solo, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen dan Boyolali.

Jika tertarik untuk mengetahui secara detail tentang bagaimana membudidayakan ikan guppy bisa datang langsung ke sekretariat Komunitas Istana Guppy Solo di Talang Abang, Kabupaten Sukoharjo, atau tepatnya di selatan Konimex.

Anda pecinta ikan guppy? fans berat?? jangan mau kalah dengan Solo yang sudah melaksanakan pameran ikan guppy, Anda juga bisa dengan komunitas Anda, selamat mencoba dan semoga menjadi referensi Anda.

si Diva Guppy di Solo

Kalau seorang Diva harus multitalenta, setidaknya bisa nyanyi atau akting. Tapi bedanya dengan ikan guppy, guppy bisa jadi Diva hanya dengan kecantikan dan ukuran badannya, semakin gendut semakin mahal (bedanya sama Diva, semakin gendut semakin ga laku hahaha). Mau bukti??










Buktinya di salah satu sumber bacaan Solo Jawa Tengah menjelaskan bahwa ikan guppy makin diminati oleh masyarakat khususnya penggemar ikan hias dan paling laris, sampai-sampai mengalahkan ikan cupang. Tidak hanya di Solo, namun juga beberapa daerah di luar Solo dan sekitarnya. Selain unik, ikan ini juga memiliki keindahan dibagian ekornya. Jadi tak ayal jika harga ikan ini terbilang cukup mahal.

"Ikan guppy ini warnanya bermacam-macam. Banyak dicari para penggemar ikan hias. Karena ikan jenis ini sangat cocok untuk dijadikan hiasan di dalam rumah,” ungkap Fajar, pedagang ikan hias di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/10).

Dia mengaku, harga ikan guppy ini terbilang cukup mahal. Hal tersebut karena banyak masyarakat yang mencari ikan ini. Sebelumnya ikan jenis ini dijual dikisaran Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per ekor, kini naik menjadi Rp 5.000 sampai Rp 25.000 per ekor. Bahkan, ada yang mencapai jutaan rupiah.

"Yang membedakan harga jual ikan ini adalah jenis dan ukurannya. Ikan guppy ini memiliki beragam jenis, seperti green red dragon, blue grass, allbino full red, dan halfmoon,” sebut Fajar.

Fajar mengatakan, ikan hiasnya tersebut paling banyak dicari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak, dewasa dan bahkan orangtua.

"Ikan guppy ini mulai banyak dicari sejak maraknya aquascape yang kini banyak menjadi perbincangan masyarakat. Konsep alam liar di dalam akuarium membuat aquascape menjadi banyak disukai, karena memiliki nuansa keindahan di dalamnya,” pungkasnya.

Solo saja sudah jadi trend, gimana dengan kota Anda? Si mungil ini sudah jadi Diva belum?? 

Guppy Dulu Bukan Guppy Sekarang

Judulnya saja seperti nyanyian yang pernah hits ditahun 2015 ya.. lagu ini juga membuat ikan guppy semangat loh. Kenapa? karena mereka belajar bangkit, dari yang menjadi ikan liar hingga menjadi ikan miliaran.
Begini ceritanya..







Di Asia, guppy liar (wild guppy) pertama kali diperkenalkan di Singapura pada tahun 1930-an. Mulanya, ikan ini digunakan untuk mengontrol populasi nyamuk di daerah rawa hutan bakau (Herre,1940). Akhirnya, guppy liar terus berkembang biak di berbagai tempat umum, seperti di saluran air, got, sungai dan kanal (Johnson dan Soong, 1963), kalau sekarang mah mana bisa hidup tuh guppy. Hahaha
Entah karena kurang kerjaan atau gimana, sang penemu ini tidak sengaja melihat perkembangan nih ikan jadi banyak, karena perkawinan silang dengan guppy spesies lain, munculah spesies baru, sepertinya jaman dahulu juga sudah ada yang namanya trend kali yah, sehingga guppy yang dulu liar kini jadi guppy yang bisa jadi ikan hias.
Oh iya, nama tempat Asia pertama yang kenal sama ikan yang dulu liar ini adalah Singapura. Hingga sekarang Singapura pun tetap jadi tempat pencarian pertama untuk para pencari ikan guppy ini, misalnya saja bapak Paul Hahnel, seorang hobiis dan breeder guppy jempolan dari New York dikenal sebagai bapak guppy modern (bapak? jadi guppy bapaknya manusia,.. hahaha). Bapak ini juga berjulukan king of guppy (jadi sebenarnya Bapak apa Raja sih??) banyak menggunakan guppy Singapura untuk melahirkan guppy modern.

Jadi, ikan guppy juga dulu liar, sama seperti ikan lainnya, beruntungnya ada bapak-bapak yang secara ngga sengaja melihat perkembangan ikan ini sehingga menjadi cantik dan banyak, akhirnya di budidayakan. Dan akhirnya lagi jadi terkenal deh sampai sekarang.

Semoga bermanfaat.