Kamis, 14 Januari 2016

SEJARAH IKAN CUPANG Bagian 2: Si Petarung yang Berevolusi


Hai sobat blogger! Masih inget kan postingan admin tentang sejarah ikan cupang kemarin? Nah, pada postingan kali ini, admin akan membahas evolusi dari ikan cupang. Mulai dari asal ikan cupang yang bentuknya biasa aja dan berwarna gelap, hingga menjadi ikan dengan sirip yang menawan dan berwarna-warni. Yuk kita simak bareng-bareng.

 

Sekitar tahun 1840-an, Raja Siam menyumbangkan beberapa koleksi ikan cupang kepada koleganya, yang kemudian berpindah tangan kepada seorang ilmuwan ahli genetika yang bernama Dr. Theodor Cantor. Sembilan tahun kemudian, Cantor menerbitka sebuah artikel tentang ikan petarung ini yang kemudian diberi nama Macropodus pugnax. Namun demikian, pada tahun 1909 nama Macropodus pugnax terpaksa dirubah atas saran dari Tate Regan. Regan menjelaskan bahwa sudah ada spesies di alam yang memiliki nama tersebut. Akhirnya nama latin ikan petarung tersebut diganti menjadi Betta splendens dan digunakan hingga saat ini. Wah... Ternyata si cupang ini pernah ganti nama ya sobat blogger! Hehehe...

Sobat blogger, sekitar tahun 1960-an, peternak asal India telah berhasil mendapatkan makan cupang yang memiliki dua helai sirip ekor yang disebut double tail. Lama-kelamaan hobi memeihara ikan hias mulai melanda Eropa dan Amerika. Hal ini ditanggapi oleh masyarakat Asia dengan melakukan persilangan cupang bersirip panjang secara besar-besaran. Pada tahun 1960 pula, peternak asal Amerika yang bernama Warren Young, berhasil menyilangkan cupang dengan sirip yang sangat panjang dan dinamainya dengan “cupang Libby” dan kemudian berkembang menjadi jenis veil tail.

Cupang double tail:

Cupang veil tail:


Selain di India dan Amerika, ternyata peternak asal Jerman juga berhasil menemukan ikan cupang dengan bentuk unik, sobat blogger. Peternak asal Jerman yaitu Dr. Eduard Schmidt-Focke berhasil menyilangkan cupang jenis deltatail yang pertama yang memiliki ekor berbentuk segitiga yang simetris. Kemudian pada tahun 1967 didirikan IBC (International Betta Congres) yang bertujuan untuk menyilangkan cupang yang mempunyai sirip yang lebar dan simetris agar memiliki kemampuan berenang yang lebih baik.

Balik lagi ke Amerika, pada tahun 1980 peternak asal Amerika yaitu Peter Göettner dan Paris Jones, berhasil mengembangkan jenis superdelta dengan sirip yang sangat besar. Tahun 1987 peternak asal Perancis yaitu Guy Delaval berhasil memperoleh ikan dengan sirip yang bersudut 180 derajat. Namun, Rajiv Massilamoni menyangsikan hal tersebut dan menganggapnya tidak mungkin bisa terjadi karena biasanya cupang dengan ekor delta atau superdelta yang asimetris hanya mempunyai sudut 160 derajat.

Cupang delta tail:

Akhirnya, sekitar tahun 1991, Jeff Wilson, Laurent Chenot, dan Rajiv Massilamoni menemukan ikan yang cupang yang benar-benar memiliki sirip 180 derajat yang kemudian dinamakan “halfmoon”. Oh iya, sobat blogger, ternyata peternak dari negeri kita sendiri juga berhasil menemukan cupang dengan ekor yang unik lho! Peternak asal Indonesia yaitu Ahmad Yusuf menemukan sirip yang berjenis serit (crowntail) yang mempunyai ciri khas tulang siripnya tumbuh melampaui sirip. Penampilan sirip ikan ini seperti sisir sehingga ikan ini juga disebut jenis combtail. Penelitian mengenai sirip dan ekor cupang masih terus dilakukan hingga saat ini agar tercipta bentuk sirip dan ekor yang semakin baik, baik dari segi keindahan maupun fungsinya.

Cupang halfmoon:

Cupang crowntail:

Wah! Ternyata ikan cupang ini berevolusi di berbagai negara ya, sobat blogers! Berkat peneliti dan peternak di seluruh dunia, akhirnya ditemukan berbagai macam variasi bentuk sirip dan warna dari ikan cupang ini. Kini, ikan cupang tidak hanya dijadikan hewan aduan, tetapi juga banyak yang menikmatinya dari segi keindahan bentuk dan warna siripnya (IYP).

Sumber:


SEJARAH IKAN CUPANG Bagian 1: Bermula dari Siam, Thailand

Hai sobat blogger! Balik lagi nih bareng admin. Masih lanjutan bahasan tentang ikan cupang, kali ini admin bakal ngasih pelajaran sejarah buat kalian semua. Hehehe... 
Yupz! Postingan kali ini bakal ngebahas tentang sejarah dan asal muasal dari ikan cupang yang cantik itu. Nah, karena sejarah tentang cupang ini cukup panjang, maka admin akan bikin postingan tentang sejarah cupang ini menjadi dua bagian. Bagian pertama judulnya “Bermula dari Siam, Thailand”, sedangkan bagian kedua judulnya “Si Petarung yang Berevolusi”. Pasti pada pengen tau kan? Kalo itu silakan disimak...


Sobat blogger, ternyata ikan cupang adu sudah dikenal sejak 200 tahun silam di Thailand, tepatnya di daerah Siam. Masyarakat Siam menyukai ikan cupang karena kemampuannya dalam bertarung. Ikan ini sering diduelkan untuk menentukan siapa yang paling kuat di antara keduanya. Dan tentu saja pada masa itu, adu ikan cupang ini sering dijadikan taruhan di antara masyarakat Siam. Bahkan tak jarang masyarakat Siam mempertaruhkan segala hal yang dimilikinya pada pertarungan ikan petarung ini.

Nih admin kasih video cupang lagi duel. Tapi maaf ya kalo ada suara-suara komentar. Hehehe...
Lama kelamaan, kepopuleran ikan cupang ini terdengar sampai ke kuping Raja Siam. Akibat kepopuleran ikan cupang ini, akhirnya Raja Siam mengumpulkan para petarung dan koleksinya. Kemudian Raja Siam membuat peraturan serta pajak mengenai adu ikan cupang. Wah... Sampai segitunya ya?

Sobat blogger, sebenarnya tujuan dari adu ikan cupang ialah untuk melihat seberapa besar keberanian dari si ikan itu. Pertarungan ikan cupang ini bukan membuat ikan tersebut berduel hingga mati ataupun menjadi tercabik-cabik satu sama lain. Yang menjadi taruhan di sini ialah berapa lama si ikan cupang akan berjuang dan siapa yang akan menang. Ikan cupang ini bisanya hanya mengalami sekali atau dua kali pertarungan dalam hidupnya. Setelah itu si cupang hanya akan berkembang biak agar menghasilkan keturunan yang lebih gagah berani lagi. Hehehe...



Oh iya, jangan pikir bahwa penampilan ikan cupang pada jaman dahulu kala sama seperti penampilan ikan cupang jaman sekarang. Penampilan ikan cupang pada masa lalu ternyata sama sekali tidak cantik. Ikan cupang pada masa itu didominasi oleh warna gelap dan suram. Ikan cupang yang asli memiliki warna cokelat kehijauana yang kotor dan sirip yang cukup besar untuk membuat mereka dapat berenang dengan gesit. Ga ada tuh sirip ekor yang berwarna warni dan menjuntai dengan indahnya.

Akibat dari kegilaan masyarakat Siam terhadap ikan yang satu ini, akhirnya banyak masyarakat Thailand yang berusaha mengembangbiakannya agar didapatkan keturunan yang lebih baik lagi. Masyarakat Thailand pada jaman dulu sudah melakukan perkawinan silang terhadap jenis cupang petarung dengan cupang liar ataupun dengan cupang unggulan dari peternak lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan ikan petarung yang hebat, baik dari segi ukuran, warna, dan kekuatannya. Namun karena tidak adanya seleksi alam, setelah beberapa generasi, akhirnya terciptalah jenis cupang yang memiliki sirip dada dan punggung yang panjang. Memang ikan cupang ini memiliki bentuk yang menawan, namun ikan tersebut ternyata telah kehilangan kemampuannya sebagai petarung, karena tidak agresif dan tidak adat bergerak dengan gesit.

Nah! Sobat blogger sekarang jadi tau kan dari mana sih sebenernya si ikan petarung ini berasal. Ternyata ikan cupang ini berasal dari negara tetangga kita sendiri. Kalo masih penasaran tentang sejarah ikan petarung ini, silakan baca postingan admin selanjutnya ya. (IYP)

Sumber:
Susanto H. 1991. Memelihara Ikan Cupang. Tangerang: Kanisius

IKAN CUPANG: SI PETARUNG YANG CANTIK


Halo sobat blogger semua! Gimana nih kabarnya hari ini? Semoga sehat-sehat aja ya.
Sobat blogger, hari ini admin bakal ngepost tentang ikan ikan cupangnih! Tau kan ikan cupang? Itu tuh... Ikan yang warna siripnya cantik banget, tapi kalo ketemu suka berantem. Yang suka di taroh di stoples itu loh! Inget kan? Kalo lupa, nih admin punya fotonya di bawah.


Ikan cupang punya nama latin Betta sp. Arti dari kata “betta" ini adalah “gemerlap”, nah pas banget kan sama penampilan ikannya? Ikan cupang ini sebenernya bukan asli ikan Indonesia, sobat bogger. Ikan cupang ini pertama kali ditemukan di daerah Thailand, Malaysia atau Asia Tenggara. Ikan ini banyak ditemukan di selokan-selokan dan kolam-kolam, baik yang mengalir maupun yang menggenang.

Si Petarung yang Romantis
Sobat blogger, ikan cupang dikenal sebagai ikan petarung ternyata sudah dikenal ratusan tahun yang lalu. Ikan ini dikenal sebagai ikan yang suka duel, terutama jika bertemu sesama ikan jantan. Akan tetapi, jika disatukan dengan ikan jenis lain, ikan yang demen duel ini akan bersikap cool lho! Kenapa admin bilang cool? Sebab, kalo ikan cupang dicampur dengan ikan jenis lain, maka ikan cupang ini akan diam saja atau berenang dengan lambat. Hehehe... Lucu ya?

Oh iya, sobat blogger. Tau ga sih? Ternyata ikan cupang ini ikan yang romantis! Kalo si jantan ketemu sama si betina, si jantan ini bakal masih hadiah buat si betina, yaitu ngasih “balon”. Pasti pada bingung kan? “Lho kok balon?” Iya sobat blogger, kalo si jantan ketemu betina, si jantan ini bakal bikin sarang busa untuk si betina meletakkan telur-telurnya. Jadi si betina ga perlu lagi tuh bikin atau nyaris sarang untuk nyimpen telur-telurnya. Tuh, so sweet kan? 



Hanya Butuh Rumah yang Sederhana
Ikan cupang ini adalah ikan yang gampang banget adaptasi sama lingkungan di sekitarnya. Ikan ini juga hidup dalam kesederhanaan lho, sobat bloggers. Kenapa admin bilang gitu? Ikan ini ga perlu “rumah yang besar nan mewah” untuk tempat hidupnya. Ikan ini mau banget kok kalo disuruh tinggal di tempat-tempat yang sempit, seperti botol, stoples, baskom, gelas Aqua, dan wadah-wadah kecil lainnya. Ikan ini cuma butuh wadah kecil dan air kok untuk rumahnya, ga perlu ditambah oksigen segala. Tuh kan, sederhana banget kan?




Mungkin banyak yang bingung “lho kok, cupangnya ga butuh oksigen? Apa ga bakal kehabisan napas tuh?” Eiits! Tenang, sobat blogger, ikan cupang punya sistem pernapasan tambahan untuk menyerap oksigen. Selain insang yang membantu si cupang “bernapas” di dalam air, ikan ini juga punya alat napas lain yang disebut “labirinth”. Labirinth itu adalah organ pernapasan tambahan yang letaknya ada di sebelah insang. Organ pernapasan ini bikin si cupang bisa ngambil oksigen langsung dari udara bebas. Nah, malaya itu, si cupang ga butuh lagi asupan oksigen ke dalam air tempat hidupnya, karena dia bisa langsung ngambil napas dari udara. Hebat kan?



Nah, sobat blogger, itulah penjelasan singkat mengenai ikan cupang yang demen duel itu. Masih banyak lagi nih info tentang ikan cupang yang pengen admin bagi ke sobat blogger. Tunggu aja postingan tentang cupang selanjutnya ya! Oke! (IYP).

Sumber: Susanto H. 1991. Memelihara Ikan Cupang. Tangerang: Kanisius

CARA IKAN CUPANG BERKEMBANG BIAK Bagian 3: Beternak Ikan Cupang

#kukang #ular #kurakura #kecoa #merpati #batuakik

Hello! Balik lagi bareng admin disini!!!n Hehehe... Masih inget kan obrolan kita yang kemarin tentang mouth brooder dan bubble nestbrooder? Sekarang admin bakal masuk ke sesi yang terakhir, yaitu cara berternak ikan cupang. Buat yang hobi miara cupang, semoga obrolan ini bisa diaplikasikan dan jadi peternak cupang. Lumayan kan kalo berhasil jadi punya usaha ternak cupang dan nambah penghasilan. Ayo kita mulai!

Sebelum kita mulai untuk mengawinkan atau bahasa ilmiahnya adalah memijahkan ikan, ada beberapa kriteria induk jantan dan betina yang perlu diketahui sobat blogger! Ukuran tubuh ikan jantan yang digunakan harus lebih besar daripada si betina dan si jantan harus lebih galak dari betina. Selain itu jika ingin mengawinkan, kawinkanlah cupang yang berjenis sama, misalnya cupang halfmoon jantan dikawinkan dengan cupang halfmoonbetina. Minimal umur induk yang akan dikawinkan berumur 5 bulan. Induk betina yang akan dikawinkan memiliki ciri-ciri perut yang membuncit (bukan karena habis makan) dan yang jantan sudah membuat busa yang cukup banyak.


 Oke sobat blogger, setelah memilih induk yang sesuai dengan kriteria, saatnya menyiapkan tempat untuk mereka bertelur. Wadah yang digunakan bisa berupa akuarium ataupun baskom yang diisi air dengan ketinggian 8 sampai 12 cm. Oh iya, jangan lupa air yang digunakan diendapkan terlebih dahulu minimal selama 2 hari. Selanjutnya masukkan tanam air seperti selada air. Fungsinya ialah untuk tempat cupang jantan meletakkan busa-busanya dan melindungi busa tersebut dari angin dan guncangan.


Setelah wadah dan induk siap, masukkan jantan ke dalam wadah tempat mereka kawin, dan masukkan induk betina ke dalam wadah lain, tetapi kondisikan agar si jantan dan betina masih bisa saling melihat dan bisa berkenalan. Tujuannya ialah agar si jantan mempersiapkan dulu sarang busanya sebelum si betina di campur dengan jantan. Oh iya, berikan tutup pada wadah tempat si jantan membuat sarang. Tujuannya agar busa yang dibuat si jantan tidak terkena getaran akibat angin.


 Nah sobat blogger, setelah si jantan membuat sarangnya dan berkenalan dengan si betina (kurang lebih 1 – 2 hari lamanya), saatnya mencampur antara si jantan dengan si betina. Pada saat pencamuran ini, sobat blogger harus hati-hati sekali. Jangan sampai saran busanya rusak. Nah setelah dicampur antara jantan dan betina, mereka akan berkenalan lagi agar menjadi lebih dekat. Wah! Cupangnya PDKT! Ciee!!! Kegiatan PDKT cupang ini tergantung tingkat kecocokan diantara keduanya. Kalo mereka berdua merasa cocok, maka bisa langsung kawin, tapi kalo lama kenalannya, mungkin perkawin baru terjadi 1 – 2 hari kemudian.


 Proses perkawinan terjadi dengan cara si jantan akan melilit tubuhnya pada si betina dan masing-masing saling melengkungkan tubuhnya. Ketika proses perkawinan selesai, maka si betina akan mengeluarkan telurnya yang kemudian akan ditangkap oleh si jantan dan membawanya ke sarang busa. Cupang jantan akan menjaga telurnya. Apabila ada telur yang terjatuh ke dasar, maka sang bapak akan segera mengambilnya dan menempelkannya lagi ke sarang. Sang ibu akan pergi menjauh dari sang ayah dan sarangnya. Jika cupang sudah tidak melakukan proses perkawinan lagi, maka segera pisahkan si betina dengan si jantan. “Lho kok gitu?” Soalnya ketika proses perkawinan selesai, si jantan cenderung mengejar-ngejar si betina dan tak segan untuk menghantamnya. Wah! Serem banget ya!

Nah sobat blogger, biasanya nih telur akan menetas dalam waktu kurang lebih 36 – 48 jam. Bayi-bayi cupang ini masih sangat lemah dan belum dapat berenang secara bebas. Terkadang malah ada bayi cupang yang terjatuh ke dasar. Pada saat seperti itulah sang ayah akan dengan sigap melindungi bayinya. Sang ayah akan membantu si bayi untuk naik lagi ke permukaan ke sarang busanya. Bayi-bayi cupang hanya akan terlihat seperti titik-titik hitam kecil yang berenangnya hanya naik dan turun. Pada usia tiga hari, bayi cupang ini akan mulai belajar mencari makan sendiri. Makanan yang paling baik untuk bayi-bayi cupang pada umur seperti itu adalah kutu air, artemia, atau microworm.


 Setelah bayi cupang berumur tiga hari, sebaiknya sang ayah dipisahkan dari anak-anaknya. “Kok gitu sih? Terus yang jagain anak-anaknya nanti siapa dong?”. Tenang sobat blogger, pada umur tiga hari si anak cupang sudah bisa berenang dengan bebas dan mencari makan sendiri. Sang ayah dipisahkan untuk menghindari anak cupang ini dimakan oleh sang ayah.  


So, gimana nih sobat blogger? Tertarik ga nih buat belajar ternakin ikan cupang? Susah-susah gampang sih, tapi yang penting adalah ketelatenan dan keuletan dari sobat blogger sendiri. Oh iya, buat yang ludah nyoba ternakin ikan cupang terus bingung gimana cara mebesarkannya, jangan khawatir. Admin bakal ngasih tau cara membesarkan ikan cupang di postingan selanjutnya. Don’t Miss it! (IYP)

PENYAKIT CUPANG DAN CARA PENYEMBUHANNYA Bagian 2: Dropsy, Inflamed Gills, Berak Putih, dan Velvet

#kukang #ular #kurakura #kecoa #merpati #batuakik

Hello! Ketemu lagi nih sama admin. Admin bakal ngelanjutin postingan mengenai penyakit cupang yang kemarin. Masih pada inget kan? Oke, biar ga lama-lama, langsung aja deh disimak.

Dropsy (Sisik Nanas)
Sobat blogger, meneurut admin penyakit ini nih yang paling nyeremin buat cupang. “Kenapa eamangnya, Min?” Soalnya penyakit ini bisa bikin sisik si cupang terangkat, jadi ikannya kaya nanas, dan penyakit ini SANGAT-SANGAT MENULAR! Jadi sobat blogger harus baca bener-bener. Gejalanya yaitu perut ikan mulai membengkak, tidak bisa membuang kotoran. Tahap awal dari gejalanya adalah mirip seperti sembelit, ikan jadi tidak aktif, nafsu makan berkurang, bahkan terkadang tidak mau makan. Siripnya akan menguncup dan warnanya akan memucat. Bila sudah parah, maka perut si cupang akan semakin membengkak dan berwarna kemerahan. Sisik ikan akan mulai terangkat mulai dari daerah perut hingga seluruh badan, sehingga si cupang akan terlihat menyerupai buah nanas. Hiii!!! Serem ya?


Penyebabnya adalah bakteri yang menyerang ginjal si ikan yang berasal dari air yang kotor maupun makanan ikan yang kotor. Bakteri ini akan membuat ginjal si cupang tidak mampu berekskresi alias tidak mampu membuang zat-zat sisa metabolisme tubuh. Akibatnya tubuh si ikan akan membuka atau memberdirikan sisiknya. Jika ikan sudah sampai pada tahap sisik yang berdiri, maka kemungkinan sembuhnya sangat sangat kecil. Sebetulnya jika penyakit ini bisa terdeteksi sejak awal, maka kemungkinan untuk sembuh besar. Namun karena gejalanya sangat sulit untuk dilihat, maka kebanyakan ketika kondisi ikan sudah kritis baru ketahuan. Ikan harus dikarantina agar tidak menular, kemudi air harus diganti semuanya dan wadah dicuci bersih. Kemudian berikan antibiotik seperti Metrodinazole dengan dosis cukup 1 tetes per akuarium. Gunakan pula garam akuarium. Ganti air full setelah 3 hari.



Inflamed gills (Insang memerah)
Penyebabnya adalah kondisi air yang kotor, sehingga cupang keracunan nitrat. Ciri-cirinya ialah insang menjadi memerah, sulit bernapas, ikan sering di permukaan air buntu bernapas dan terengah-engah. Tutup insang (operkulum) tidak mau tertutup rapat. Pengobatannya ialah sobat blogger harus rajin ganti air, gunakan metilen kue dan garam akuarium. Penyakit ini tidak bersifat menular kok.



Berak Putih
Gejala penyakit ini adalah kotoran ikan memanjang, terkadang seperti mennggumpal dan berwarna putih. Nafsu makan ikan menjadi turun, bahkan terkadang tidak mau makan. Siripnya menguncup dan berwaran pucat. Oh iya, sobat blogger harus hati-hati karena penyakitnya bisa menular ke ikan lainnya. So, langsung dikarantina ya ikannya. Pengobatannya ialah dengan mengganti air Buol dan mencuci wadahnya, berikan antibiotik atau acryflavine. Berikan pula garam akuarium. Bila belum sembuh, ulangi teknik pengobatan tersebut.

Velvet (bintik emas/karatan)
Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang berasal dari air yang kotor maupun pakan alami yang kurang bersih. Gejala yang timbul nih sobat blogger, yaitu munculnya bintik-bintik berwarna emas atau kadang seperti warna besi berkarat. Buat meyakinkannya, coba dilihat dengan bantuan senter, karena bintik velvet akan berkilau dan memantulkan cahaya jika terkena cahaya senter.   Ikan menjadi kurang nafsu makan, tidak aktif bergerak, warna memucat, dan sirip menguncup. Ikan juga jadi sering menabrakkan diri untuk menggaruk badannya. Jika terkena penyakit ini, maka yang harus sobat blogger lakukan yaitu mengarantinanya. Ganti air full dan cuci bersi akuariumnya. Berikan metilen blue dan garam akuarium untuk pengobatannya. Setelah 3 hari, ganti air full. Jika belom sehat, ulangi pengobatan tersebut.


Gimana nih sobat blogger? Udah pada tau kan penyakit yang umumnya dapat menyerang si cupang? Makanya, jaga dan rawat baikbaik cupangnya biar sehat selalu. Rajin-rajin buat ganti air dan menjaga kebersihan wadah si cupang. Inget juga, makanan yang diberikan harus bersih, terutama makanan alami, karena sering banyak mengandung parasit. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Betul? (IYP)

http://cirebontopbisnis.wordpress.com/2012/08/23/penyakit-yang-biasa-menyerang-ikan-cupang/

PENYAKIT CUPANG DAN CARA PENYEMBUHANNYA Bagian 1: Jamur Kulit, Fin Rot, White Spot, dan Pop Eyes

Hai bro and sis! Piye kabare? Hehehe... Ketemu admin lagi nih di sini. Ga bakal bosen kan kalo sama admin? Hahaha... Sobat blogger, kali ini admin bakal ngasih tau gimana sih ciri-ciri cupang sakit, dan gimana sih cara penyembuhan cupang sakit? Mau tau ga? Pasti mau kan? Kalo itu silahkan disimak...

Sobat blogger, penyakit cupang itu terbagi menjadi dua macam lho berdasakan penyebabnya. Penyakit cupang ini bisa disebabkan oleh parasit maupun nonparasit. Parasit yang sering menyerang cupang adalah bakteri, virus, jamur, protozoa, serta cacing. Sedangkan penyakit yang disebabkan bukan oleh parasit biasanya diakibatkan oleh kualitas air yang buruk, faktor fisik yang tidak cocok, kekurangan nutrisi, kelainan, dan gangguan pencernaan akibat zat toksik atau racun.

Infeksi Jamur Kulit
Penyebab dari penyakit ini biasanya adalah jamur dan kondisi air yang kotor. Gejala yang dialami si cupang ialah muncul bercak-bercak putih seperti kapas di badan ikan. Ikan biasanya jadi tidak bergerak terlalu aktif, tidak nafsu makan, dan siripnya menguncup. Warna dari cupang biasanya juga menjadi memucat. Sobat blogger, kalo ikan cupangnya terkena penyakit ini, ikannya HARUS SEGERA dipisahkan dan diisolasi dari yang lainnya, karena penyakit ini SANGAT MENULAR. Pengobatannya dengan mengganti air wadah full dan tempatnya dicuci bersih, si ikan yang sakit ini diberikan metilen blue dan garam akuarium, kemudian setelah 3 hari ganti air full kembali, jika kondisi belum mebaik, lakukan kembali pengobatan seperti diatas.



 Fin Rot
Penyebab dari penyakit ini ialah bakteri dan kondisi air yang kotor. Gejalanya yang terjadi nih sobat blogger, ialah muncul warna gelap atau terkadang seperti berdarah pada pinggiran sirip. Jika terus dibiarkan lama kelamaan siripnya akan menjadi habis seperti rontok atau sobek. Walaupun begitu, ikan masih nafsu untuk makan dan bergerak secara aktif. Tapi warna si ikan akan berubah memucat dan sirip jadi menguncup. Penanggulangannya nih sobat blogger, ikan harus dikarantina, kemudian tempatnya dicuci bersih dan diganti air full. Berikan ikan antibiotik seperti ampicillin, Super Tetra, dosisnya cukup 1 tetes per akuarium. Atau sobat blogger bisa menggunakan general tonic seperti Rid alk, tetra, dsb. Berikan pula garam akuarium dan ganti air full setelah 3 hari pengobatan. Jika ikan belum membaik, ulangi teknik pengobatan tersebut. Oh iya, sekedar info aja ih buat sobat blogger, sirip yang rusak atau rontok itu bisa tumbuh lagi jika si ikan sudah sembuh, tapi ga akan seindah sirip sebelumnya.




White Spot
Penyakit ini umumnya akan menyerang cupang yang memiliki stamina yang buruk. Penyebabnya ialah parasit seperti protozoa. Protozoa ini bias berasal dari air yang kotor ataupun pakan alami yang kurng bersih. Oh iya, perlu diingat nih sobat blogger, PENYAKIT INI SANGAT MENULAR, jadi segera karantina ya ikannya. Gejala yangdialami yaitu munculnya bintik-bintik putih pada badan ikan. Ikan menjadi kurang aktif bergerak, tidak nafsu makan, warna sirip memucat, dan sirip menjadi menguncup. Ikan juga sering menanbrakkan dirinya ke wadah atau dinding akuarium, seperti berusaha menggaruk badannya. Bila sudah parah, maka bintiknya akan menyebar ke seluruh tubuh. Pengobatannya ialah sobat blogger harus mengarantina si cupang, kemudian memberinya metilen blue dan garam akuarium. Jangan lupa sebelumnya untuk mengganti air full dan mencuci akuariumnya. Jemur ikan di bawah sinar matahari pagi. Setelah tiga hari ganti air full, jika masih sakit cupangnya, ulangi lagi pengobatannya.



Pop Eyes
Gejala penyakit ini sangat mudah untuk dikenali, yaitu mata ikan akan tampak menonjol, baik salah satu maupun keduanya. Penyebab dari penyakit ini adalah virus herbes dan Epithelioma papulasum. Ikan menjadi tidak aktif bergerak, nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan, warna tubuh memucat dan sirip menguncup. Jika sudah parah, maka ikan cupangnya akan memiliki mata yang terlihat seperti ikan mas koki, dan jika sudah begitu kemungkinan untuk sembuh kembali sangatlah kecil. Penyembuhannya ialah ikan harus dikarantina, airnya diganti full dan wadahnya dicuci bersih. Berikan antibiotik ampicillin, Super Tetra, dosisnya cukup 1 tetes per akuarium atau gunakan obat Anti Internal Bacteria seperti merek Intrepet. Berikan pula garam akuarium. Setelah 3 hari, ganti air full. Jika belom sehat, ulangi pengobatan tersebut.
 

Wah! Ternyata penyakitnya menyeramkan ya, sobat blogger! Makanya, sobat blogger harus bener-bener telaten merawat cupang kesayangannya. Lebih baik mencegah daripada mengobati, betul gak? Kan kalo sakit kasian cupangnya… Postingan tentang penyakit cupang ini masih belom selesai sampai disini. Masih ada kelanjutannya nih sobat blogger. Jangan ketinggalan ya… (IYP)

Sumber: